Air Cucian Beras, Alternatif Penyedia Unsur Hara Bagi Tanaman

Sudah pernah mendengar tentang air cucian beras (air leri) yang diberikan pada tanaman? Menurut obrolan yang berkembang di kumpulan rekan-rekan hobiest budidaya tanaman, baik itu tanaman hias maupun tanaman budidaya lainnya bahwa air leri mempunyai khasiat untuk meningkatkan kesuburan tanah. Nggak percaya, bisa dicoba deh………..air leri pada bilasan pertama kalinya disimpan dalam tempat yang aman. Tempat penyimpanan bisa sesuka hati, bisa bekas botol kemasan air mineral, piring atau bahkan cangkir. Continue reading Air Cucian Beras, Alternatif Penyedia Unsur Hara Bagi Tanaman

Direct Trading System Sebagai Pendongkrak Kesejahteraan Petani

Target swasembada Pangan, khususnya Padi, Jagung dan Kedelai telah dicanangkan. Tak ketinggalan komoditas tanaman hortikultura pengembangannya sedang digenjot habis-habisan. Berbagai bantuan seperti alsintan (alat mesin pertanian) serta prasarana dan sarana produksi disebarkan ke hampir semua petani potensial di seluruh Indonesia. Lahan-lahan terkesampingkan dan tak terjamah dibuka dan diolah melalui cetak sawah, sehingga dapat digunakan untuk bercocok tanam. Namun, kesejahteraan petani sepertinya belum naik seiring dengan banyaknya bantuan pemerintah. Continue reading Direct Trading System Sebagai Pendongkrak Kesejahteraan Petani

Mengenal Sosok Dr.Ir. Sumarjo Gatot Irianto MS, DAA

Pada Tanggal 30 Januari 2017, gerbong pejabat di Kementrian Pertanian Republik Indonesia telah berubah. Beberapa pejabat sekelas Eselon I mengalami mutasi. Acara pelantikan yang dipimpin langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tersebut berlangsung secara mendadak. Salah satu yang dilantik adalah Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto MS, DAA yang sebelumnya menjabat Direktur Prasarana dan Sarana Pertanian menjadi Direktur Tanaman Pangan. Continue reading Mengenal Sosok Dr.Ir. Sumarjo Gatot Irianto MS, DAA

Posisi Pertanian Dalam Pilkada

Pilkada 2017 (Sumber : Setkab.go.id)
Pilkada 2017 (Sumber : Setkab.go.id)

Hari ini, Rabu Tanggal 15 Januari 2017 diselengarakan pesta demokrasi di beberapa wilayah Indonesia, menurut liputan6.com pemilihan kepala daerah sedang berlangsung di 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Salah satunya adalah pilkada DKI Jakarta yang merupakan Ibukota Negara Republik Indonesia. Di Kalimantan Selatan sendiri, terdapat dua daerah yang melangsungkan perhelatan akbar demokrasi ini, yaitu Kabupaten Batola dan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Semoga pesta demokrasi kali ini berjalan lancar dan mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas demi memajukan daerah pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Continue reading Posisi Pertanian Dalam Pilkada

Berkurangnya Kesuburan Tanah

Bahan Organik
Bahan Organik

Selain serangan organisme pengganggu tumbuhan, masalah kesuburan tanah menjadi trending topik jika mengunjungi petani.  Selain sebagai media tanam dari tanaman yang kita budidayakan, tanah juga dituntut untuk selalu subur agar kondisi tanaman mampu berproduksi maksimal. Namun lambat laun, kesuburan tanah akan terus berkurang jika kondisi tanah tidak kita remajakan tingkat kesuburannya. Continue reading Berkurangnya Kesuburan Tanah

Wereng Coklat, Hama Utama Tanaman Padi

Beberapa hari ini, beberapa Kabupaten Tetangga seperti Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah memberikan informasi jika lahan tanaman padi mereka  terserang wereng cokelat. Well, karena saya baru di bidang perlidungan tanaman pangan apalagi masalah OPT-nya….naaah saatnya searching tentang hama wereng coklat ini.
WBC3
Penampakan N Lugens. (sumber irri.org)

Wereng Coklat (Nilaparvata lugens) merupakan salah satu hama pada tanaman padi (Oryza sativa L.) bahkan cukup melegenda. Menurut sejarah, serangan besar hama wereng coklat pernah terjadi pada tahun 1985 dan 1986 sehingga mengancam target swasembada beras pada masa itu. Bukan hanya di Indonesia, negara-negara tetanggapun (Asia Tenggara dan Asia Timur) pernah mengalami serangan dahsyat wereng coklat.

Continue reading Wereng Coklat, Hama Utama Tanaman Padi

Mikroorganisme Pelarut Fosfat

Salah satu unsur esensial bagi tanaman adalah fospat (P) yang berperan penting dalam fotosintesis dan perkembangan akar. Ketersediaan unsur P dalam tanah jarang yang melebihi 0,01% dari total P. Sebagian bentuk P terikat oleh koloid tanah sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Di Indonesia mayoritas tanahnya memiliki kandungan organik rendah seperi ultisol dan oksisol yang kandungan P bervariasi antara 20 hingga 80 persen saja. Demikian juga lahan sawah yang telah jenuh P. P tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman karena dalam bentuk P-terikat dalam tanah, sehingga petani tetap melakukan pemupukan P di lahan sawah meskipun di lahan tersebut sudah terdapat kandungan P yang cukup memadai.  Continue reading Mikroorganisme Pelarut Fosfat

Varietas Padi IPB 3S di Balangan

Berdasarkan target strategis Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Pertanian untuk menggugurkan predikat sebagai negara importir tanaman pangan terutama pada komoditas padi (Oryza sativa L), maka peningkatan produksi a.k.a produktivitas menjadi prioritas utama.

Salah satu metode untuk meningkatkan produktivitas padi adalah dengan cara menggunakan varietas unggul bermutu (VUB). Entah  berapa banyak varietas padi yang telah dilepas (kalo ada yang punya datanya…tolong komentar yah) oleh pemerintah. Penciptaan dan pelepasan  varietas baru diharapkan mampu mendongkrak produksi, terutama varietas yang adaftif terhadap dampak perubahan iklim maupun serangan organisme pengganggu tumbuhan. Continue reading Varietas Padi IPB 3S di Balangan

Unsur N, Peran dan Fungsi Bagi Tanaman

Sebagai makhluk hidup yang tumbuh dan berkembang, tanaman tentu saja memerlukan makanan. Makanan bagi tanaman tersebut bisa didapat dari unsur hara, yaitu suatu zat yang dapat memberi pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangbiakan pada tanaman. Unsur hara terdiri dari beberapa jenis unsur yang dapat diperoleh dari udara melalui stomata dan juga dari tanah melalui akar. Continue reading Unsur N, Peran dan Fungsi Bagi Tanaman

Biopestisida Sebagai Langkah Awal Pertanian Ramah Lingkungan

Organisme Pengganggu Tumbuhan yang selanjutnya disingkat menjadi OPT merupakan semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, ataupun menyebabkan kematian pada tanaman (Cabeping, 2013). Untuk mendapatkan hasil yang optimal tentu saja kita perlu melakukan pengendalian terhadap OPT tersebut. Pengendalian OPT menggunakan pestisida kimiawi masih menjadi pavorit petani , kenapa demikian? Continue reading Biopestisida Sebagai Langkah Awal Pertanian Ramah Lingkungan

Catatan Anak Pertanian